Pelantikan Pengurus IPM SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta
YOGYAKARTA–PUSPADANTA : Ikatan Pelajar Muhammadiyah merupakan organisasi ortonom dibawah naungan organisasi Muhammadiyah yang beranggotakan siswa pelajar. Sampai saat ini IPM memiliki peranan strategis dalam menciptakan generasi penerus yang cakap dan terampil dalam berorganiasi, sebagai bekal yang sangat penting di dunia kerja dan masyarakat.
Pada hari Senin, tanggal 9 Januari 2012 Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah 2 Yogyakarta di Lantik oleh Pengurus daerah IPM Kota Yogyakarta. Upacara pelantikan di laksanakan di lapangan upacara SMP Muhammadiyah 2 di saksikan oleh siswa, guru, dan karyawan. Jumlah pengurus IPM yang dilantik berjumlah 52 orang, yang berasal dari siswa kelas 8 dan kelas 9 program reguler, RSBI, dan Kelas Akselerasi. Prosesi pelantikan di tandai dengan pembacaan dan penandatangan surat keputusan dari DPD IPM kota Yogyakarta.
Serah terima jabatan ketua Pengurus IPM SMP Muhamadiyah 2 Yogyakarta periode 2011-2012 dilakukan oleh ketua pengurus lama yaitu Yudhitya Fairus DP, kepada Ketua Pengurus IPM yang baru yaitu Idznila Shabrina KW. Dalam sambutanya kepengurusan lama menyampaikan bahwa pengalaman selama satu tahun masa jabatan telah memberikan banyak manfaat dan pengalaman yang sangat berharga dan berkesan, dan berpesa kepada kepengurusan yang baru untuk meningkatkan fungsi dan peran organisasi.
Selain itu Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Drs.H. Suprapto menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada kepengurusan 2010-2011 ,yang telah memberikan dharma bhaktinya kepada sekolah dan organisasi muhammadiyah dalam membetuk manusia pembangunan yang berkualitas. (dmz/pus)
Sejarah PUSPADANTA
Pada tanggal 31 maret 2000 dengan proses uji coba pada lembaga pendidikan anak non formal “SMART KIDSâ€Â di Giwangan pimpinan Hj Erwizbe Maimananti, SH. Terciptalah program baru “Broadcasting Junior†untuk siswa-siswi Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Dengan bermacam bentuk promosi alhamdulillah antusias masyarakat Yogjakarta cukup besar. Follow up dari uji coba selama 6 bulan tersebut pada tanggal 11 September 2000 Puspadanta resmi berdiri tanpa bergabung dengan lembaga pendidikan non formal lain serta mendapat dana bantuan Rp 1.750.000 ( Satu Juta Tujuh Ratus Ribu Lima Puluh Rupiah ) dari Hj. Erwizbe Maimananti, SH sebagai tanda bukti dukungannya. Dana tersebut digunakan untuk menyewa rumah kepemilikan Hj Sudarto yang ada di Jl Imogiri Timur Km7 no.9 Grojokan, Wirokerten, Bantul ( Selatan Brimob 400mt ) selama 1 tahun. Dengan pengalaman Bunda Eny Esyta Kolopaking yang terlibat proses pendidikan diberbagai sanggar di Jakarta maka tercetuslah nama “Sanggar Bina Bakat Puspadanta†yang dikelola oleh Bunda Eny Esyta Kolopaking, Ali Masrum & Dedi Triyono ( tiga bersaudara ).
Langkah pertama adalah langkah terberat bagi kami karena kami dihimpit dari berbagai sudut kebutuhan dan berawal dari ketidaktahuan, kami mencoba menjalankan roda pendidikan. Pada mulanya Sanggar Bina Bakat Puspadanta bergerak hanya untuk segmen anak-anak saja. Akan tetapi setelah mendapat desakan dari respon masyakarat berbagai kalangan, antara lain : pelajar, mahasiswa, karyawan bahkan orang tua banyak yang berminat untuk bergabung dengan Sanggar Bina Bakat Puspadanta jika program yang diinginkannya ada di Sanggar Bina Bakat Puspadanta. Maka hadirlah program baru pada bulan kelima kami berdiri yaitu “Broadcasting Introâ€yang mulai membidik segmen pelajar & mahasiswa. Selang beberapa waktu hadirlah program-program baru secara berturut-turut bagaikan wahyu yang tiada henti yaitu : Broadcaster Focus, Presenter TV & On Stage, Presentasi dan Kepribadian, Jurnalistik Radio, TV dan Media Cetak, Musik ( Gitar Akustik dan Elektrik, Keyboard ).
Kami terus berjuang untuk tetap hidup sambil memperjuangkan keinginan masyarakat. Hampir 100% penghasilan Sanggar Bina Bakat Puspadanta digunakan untuk memenuhi sarana & prasarana yang dibutuhkan. Sedangkan kami sebagai pengelola harus terus bertahan hidup. Bunda Eny Esyta Kolopaking tetap mengajar pada lembaga-lembaga lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pada tahun kedua Sanggar Bina Bakat Puspadanta kami Berdua ( Ali Masrum & Dedi Triyono ) membuat usaha yang berfungsi sebagai back up untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka terbentuklah usaha dibawah jaringan Puspadanta yaitu “Griya Idaman Property†yang bergerak dibidang renovasi bangunan. Alhamdulilah klien pertama kami adalah seorang mahasiswa yang yang mengikuti program Broadcasting Intro di Sanggar Bina Bakat Puspadanta. Dari sinilah kami belajar tentang system rancang bangun dasar dari mulai rencana bangunan sampai bangunan jadi. Dan alhamdulilah klien kami terus bertambah tiap tahunnya, selalu saja ada yang mempercayakan jasa kami ( Alhamdulillah disaat gempa 26 mei 2006 tidak ada satupun bangunan yang kami kerjakan itu roboh ). Dari bunda mengajar dilembaga-lembaga lain dan dari jasa property alhamdulilah kami mampu bertahan hidup bahkan sedikit demi sedikit memenuhi kebutuhan Sanggar Bina Bakat Puspadanta. Ditahun ketiga Puspadanta membuka usaha baru yaitu jasa advertising. Jasa ini juga diawali dari desakan kegiatan-kegiatan kita yang behubungan dengan publikasi. Karena hampir tiap bulan Sanggar Bina bakat Puspadanta mengadakan kegiatan diluar sebagai media promosi dan menambah pemasukan, antara lain workshop, pelatihan & event. Kami merasa ada celah dalam system kerja advertising yang bisa memberikan tambahan incame untuk menambah back up dicelah-celah kekosongan order property. Dengan bertambahnya murid Sanggar Bina Bakat Puspadanta maka bertambah pula spesifikasi keinginan belajar. Kamipun membentuk Puspadanta Dunia Entertainment yang bergerak dibidang event yang berguna untuk mem-back up kegiatan Sanggar Bina Bakat Puspadanta dan menjadi wadah para mahasisiwa yang ingin terjun di bidang entertaint.
Memasuki 3 tahun usia Sanggar Bina Bakat Puspadanta memindah semua sistem operasional ke gedung pengelola sediri yang ada di kawasan Dusun Kerto 4/7 Pleret, Pleret, Bantul Jogjakarta tepat pada tanggal 11 Februari 2002. Alasan untuk pindah adalah karena biaya sewa yang semakin bertambah tinggi tiap tahunnya, lokasi semakin bising karena lalulalang kendaraan bermotor yang mengganggu konsentrasi belajar, lokasi yang tidak mampu lagi untuk menampung beberapa kegiatan yang akan kami rintis antara lain Production House. Pada awal perpindahan, banyak pengadaptasian dari berbagai segi terutama promosi. Mengingat alokasi tempat saat ini jauh dari pusat keramaian. Yang dilakukan adalah peningkatan promosi baik di media cetak ( KR, Minggu Pagi, Bernas, Radar Jogja , Aneka Yes dan Gaul Beken ), Radio ( MTV, Prambos Jogja & Semarang, PTDI Kota Perak, Star, Istakalisa, UNISI, Swaragama, Geronimo, Star FM, Salma Klaten, dll), Pamflet dan Brosur. Strategi promosi lain juga kami lakukan, antara lain : melalui kegiatan Workshop, pelatihan, Talkshow, pementasan, pemateri kampus to kampus dan lain-lain. Hasilnya alhamdulillah ada peningkatan peserta didik terutama yang dominan adalah mahasiswa. Mengingat perkembangan tersebut Sanggar Bina Bakat Puspadanta mampu mendapatkan ijin HO no. 503/ 24/ IGS/ 2004.
Dengan Motto : Langkah Tepat Membina Potensi Mental & Bakat, Sanggar Bina Bakat Puspadanta terus berkiprah dan berjuang membantu meringankan Tugas Pemerintah di bidang pendidikan non formal. Dengan selalu berpegang pada pepatah bijak “ Untuk Pintar Tidak Harus Mahal “Sanggar Bina Bakat Puspadanta mampu menembus peminat broadcast baik dari kalangan ekonomi bawah, menengah, atas dan konglomerat dengan jalinan kekeluargaan dan menerapkan subsidi silang bagi yang tidak mampu/ ekonomi bawah.
Dengan bukti nyata eksistensi anak didik Sanggar Bina Bakat Puspadanta yang menyebar di hampir seluruh propinsi di Indonesia, ditahun kelima Sanggar Bina Bakat Puspadanta berubah menjadi Lembaga Bina Bakat Puspadanta dan sekarang berubah menjadi Lembaga Kursus & Pelatihan Bina Bakat PUSPADANTA. Semua program regular masuk kedalam program lembaga, namun kegiatan kesanggaran tetap berlangsung namun dikhususkan untuk kegiatan komunitas untuk menampung kreatifitas hasil lulusan. Dengan berubahnya Puspadanta menjadi lembaga maka diperlukan perbaikan mutu yang berdampak pada kwalitas hasil lulusan. Maka Lembaga Kursus & Pelatihan Bina Bakat PUSPADANTA mengembangkan unit usaha yang menjadi user bagi semua murid yang ingin terus memperdalam ilmunya sampai mendapat kemampuan yang cukup.
Pameran Art For Children di Taman Budaya Yogyakarta
YOGYAKARTA–PUSPADANTA : Kawan cerdas……seni adalah ungkapan perasaan, oleh karena itu seringkali dapat kita lihat bagaimana perasaan seseorang melalui seni yang dihasilkannya. Ungkapan melalui seni ini dapat berupa gambar, tulisan , penciptaan suatu karya 3 dimensi, ataupun bentuk lainnya. Yap…pada beberapa waktu yang lalu diadakan acara “ Pameran ART For Children†yang bertempat di Taman Budaya Yogyakarta.
Acara ART For Children ini merupakan sebuah bimbingan khusus untuk anak-anak, yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Yogyakarta dengan bimbingan para praktisi dan seniman di Yogyakarta. Tujuan dari diadakannya acara ini adalah untuk mengolah kreativitas anak, interaksi antar anak, dan merupakan kegiatan bermain sambil belajar.
Banyak karya yang dihasilkan dari tangan-tangan kreatif kawan kita.Karya-karya yang dipamerkan dalam pameran ini antara lain sebuah replika kereta mini, lukisan dengan pastel, cat air, ataupun dengan teknik percik pada daun dan cap tangan, beraneka topeng dengan berbagai ekspresi, wayang anak, gantungan dari tampah yang dilukis, tas dari karton , serta bambu yang dilukis dengan beraneka ragam obyek. Hmmm..pokoknya keren-keren deh ! (alb/pus)
Penentuan Arah Kiblat Oleh BAZDA
YOGYAKARTA–PUSPADANTA : Kiblat merupakan pusat tumpuan umat Islam dalam mengerjakan ibadah dalam konsep arah, dimana terdapat beberapa hukum yang berkaitan, dan telah ditentukan secara syariat. Yaitu seperti hukum yang mewajibkan ketika shalat fardhu ataupun shalat sunat menghadap kiblat, yang merupakan syarat sahnya shalat. Pergeseran bumi di setiap waktu dapat pula menyebabkan pergeseran arah kiblat. Hal inilah yang kemudian disadari oleh Kementrian Agama kota Yogyakarta. Dimana melalui BAZDA (Badan Amal Zakat Daerah) Kota Yogyakarta, membuat program penentuan arah kiblat untuk 100 tempat di Instansi kota Yogyakarta. BAZDA inilah yang kemudian mengukur tingkat kemiringan kiblat ,dan mengubahnya menjadi arah kiblat yang benar.
Alat yang digunakan untuk mengukur arah kiblat yakni Theodolit . Theodolit terdiri dari sebuah teleskop kecil yang terpasang pada sebuah dudukan. Saat teleskop kecil ini diarahkan, maka angka kedudukan vertikal dan horisontal akan berubah sesuai perubahan sudut pergerakannya. Prinsip kinerja dalam menentukan arah kiblat ini yaitu dengan mencari arah bangunan sesuai data lintang dan bujur. Setelah itu bidik posisi matahari pada jam tertentu. Cahaya matahari juga sangat mempengaruhi hasil pengukuran. Pengukuran dapat dilakukan jika ada cahaya matahari, namun jika berawan maka pengukuran tidak akan bisa dilakukan.Disinilah ditemukan titik utara, yang kemudian diambil datanya dan dihitung dengan panjang shaf. Dari data lintang dan Bujur yang diterima satelit ,akan muncul berapa kemunduran shaf, dan penyimpangan dari bangunan yang dimiliki.
Penentuan arah kiblat ini menggunakan koordinat Posisi Geografis. Setiap lokasi di permukaan bumi ditentukan oleh dua bilangan yang menunjukkan kooordinat atau posisinya. Koordinat posisi ini masing-masing disebut Latitude (Lintang) dan Longitude (Bujur). Melalui perhitungan tertentu, maka akan muncul azimuth arah kiblat. Program pengukuran arah kiblat Kementrian Agama di 1000 tempat ini dilakukan di 1000 tempat di masjid atau mushola, dan dibagi menjadi 5 kabupaten di DIY. Sedangkan BAZDA sendiri mentargetkan 100 tempat di instansi pemerintah kota dan sekolah sekolah. Masjid atau Mushola yang telah dilakukan pengukuran, akan diberikan sertifikat tanda kiblat yang telah diakui.
Masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan pengukuran arah kiblat tersebut dengan mengajukan permohonan kepada Kementrian Agama di kota ataupun kabupaten masing masing. (ant/pus)
Sosialisasi Tempat Uji Kompetensi Rias Pengantin SKB Bantul
BANTUL–PUSPADANTA : Pada tanggal  3 November 2011, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB ) Bantul mengadakan acara sosialisasi tempat Uji Kompetensi Rias Pengantin. Peserta kali ini berasal dari DIY, terutama yang berkaitan dengan rias pengantin baik gaya Jogja ataupun gaya Solo. Acara program sosialisasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Kabupaten Bantul H Masharun Ghazali, yang mengungkapkan bahwa pendidikan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, atau disebut Tri Pusat Pendidikan. Sebagai bagian dari pendidikan, maka SKB Bantul pun berperan untuk membina masyarakat, serta memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam program sosialisasi Tempat Uji Kompetensi (TUK), dihadirkan pula pemateri Ibu Bawuk Sumiyati dan Ibu Suti Kumalasari . Materi yang disampaikan meliputi cara merias wajah atau make up, paes, teknik sanggul, serta memakaikan busana pada pengantin. Program sosialisasi TUK ini sendiri juga bertujuan untuk mensosialisasikan kepada peserta , bahwa SKB Bantul siap untuk memfasilitasi para peserta yang ingin menguji kompetensinya.
Uji kompetensi oleh SKB Bantul ini dilaksanakan 2 kali dalam setahunnya. Pada uji kompetensi tahun sebelumnya, pada tahap pertama telah diikuti oleh 16 peserta, dan semua peserta berhasil lulus 100%. Sedangkan di tahap kedua, uji kompetensi dilakukan dengan mengikutkan 41 peserta.
Sebagai Tempat Uji Kompetensi kursus pengantin ini diharapkan dapat memfasilitasi kursus kursus tata rias pengantin, sehingga peserta dapat lulus dengan sertifikat uji kompetensi. Dengan adanya Tempat Uji Kompetensi ini para peserta juga tak perlu ragu lagi dalam melangkah, karena telah diukur kemampuannya baik dari segi akademis, ataupun kemampuan merias pengantin. Sehingga lebih siap dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
SKB Bantul masih menerima para peserta yang ingin melakukan uji kompetensi. Syaratnya mudah , hanya tinggal melengkapi administrasi dan membayar sebesar Rp 300.000. Dan uji kompetensi ini dilakukan selama 1 hari yang meliputi teori dan praktek, selain itu peserta juga akan menerima sertifikat kompetensi. (ant/pus)
Study Wisata SD Muh Suronatan ke Candi Kalasan & Galuh Tirtonirmolo
YOGYAKARTA–PUSPADANTA : Belajar merupakan sarana untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Pengetahuan bisa didapatkan tidak hanya di sekolah saja kawan, kita pun dapat memperolehnya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kegiatan SD Muhammadiyah Suronatan yang mengadakan studi wisata ke tempat bersejarah. Yup..kali ini SD Muh Suronatan melakukan kunjungan ke Candi Kalasan yang terletak di Tegal kalibening, Tirtomartani, Kalasan Sleman Yogyakarta.
Kegiatan studi wisata ini memang kegiatan rutin di setiap tahunnya, dan diadakan menjelang ujian semester. Kegiatan studi wisata yang diikuti oleh 170 siswa kelas 5 dan 6 ini bertemakan “ Mengenal tentang peninggalan-peninggalan Sejarah Indonesia.”
Dengan didampingi oleh pemandu dan beberapa guru, kawan dari SD Muh Suronatan mulai mengelilingi kawasan candi, dan mencatat beberapa hal menarik yang dapat temukan disini. Kawan pun mendapatkan penjelasan lengkap dari pemandu dan bapak ibu guru mengenai sejarah candi Kalasan. Oya kawan… tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa mengenal peninggalan sejarah Indonesia, dapat mencintai, serta pada nantinya mampu memelihara peninggalan ini dengan sebaik-baiknya.
Setelah selesai mengelilingi candi kalasan, kawan dari SD Muh Suronatan pun diajak untuk berwisata ke obyek wisata Galuh Tirtonirmolo. Sangat seru dan menyenangkan sekali ! Kawan…kegiatan yang diadakan oleh SD Muhammadiyah Suronatan seperti ini sangat berguna untuk menyegarkan pikiran,sebelum kawan kembali lagi ke sekolah. (ant/pus)















